Cara Memarahi Anak Yang Baik

Anda tentu tidak ingin buah hati Anda menjadi pribadi yang keras dan sulit diatur, oleh karena itu diperlukan cara untuk mendisiplinkan anak tanpa harus  membuatnya takut dan semakin melawan orang tua. Bagaimanpun juga anak kecil apalagi balita akan mencontoh perilaku dan perkataan orang-orang di sekitarnya terutama orang tua. Bila Anda terlalu seirng berteriak dan berlaku kasar pada anak setiap kali ia melakukan hal yang tidak Anda suka, maka jangan heran apabila anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang kasar pula. Bagaimana cara mendisiplinkan anak yang baik? Berikut adalah tipsnya.

Cara Memarahi Anak Yang Baik
Cara Memarahi Anak Yang Baik

Jaga harga diri anak balita
Meski usianya masih terbilang muda, namun kepribadian anak sudah mulai terbentuk sejak usia dini. Seringkali orang tua mengatakan “Sudah dibilang berkali-kali kamu tidak boleh melakukan ini, masih saja dilakukan” dengan nada yang frustrasi dan jengkel. Perkataan ini bisa berdampak pada psikologi anak di mana dia akan merasa harga dirinya direndahkan dan apabila diteruskan ia bisa tumbuh menjadi anak yang tidak memiliki kepercayaan diri.

Ajarkan konsekuensi, jangan diancam
Masih banyak orang tua yang memberikan ancaman apabila anak mereka tidak mau nurut, bahkan ancamannya kadang tidak masuk akal seperti “Nanti kalau tidak mau makan diambil kuntilanak” dan sebagainya. Menjelaskan konsekuensi jauh lebih baik misalnya “Kalau tidak makan nanti kamu bisa sakit”. Dengan demikian anak akan paham mengapa ini harus dilakukan dan itu tidak boleh dilakukan. Misalnya ketika ia berlaku kasar pada temannya jelaskan mengapa ia harus bersikap sayang pada orang lain dan bukannya bersikap jahat.

Baca Juga  Cara Mengatasi Anak Nakal

Memarahi dengan bijak
Menurut psikolog anak Ayu Trigana, cara memarahi anak balita adalah dengan berkata lembut namun tegas. Tidak boleh membentak, berlaku kasar, apalagi memukul. Apabila sedang emosi, pergilah ke ruangan lain untuk menarik napas dan menjernihkan pikiran. Kemudian kembali menemui anak Anda dengan mensejajarkan tinggi tubuh agar Anda bisa menatap matanya dengan baik. Jelaskan dengan sabar apa yang membuat Anda marah dan konsekuensinya apabila si anak melakukannya lagi. Lalu diakhiri dengan pelukan dan ciuman. 

Facebook Comments